Search blog.co.uk

  • « Lintangku | sms »

    Penyakit Hati

    Hati yang sakit terlihat dari ketidakmampuannya melaksanakan tugas khusus yang karenanya ia diciptakan, yaitu ilmu, hikmah, ma'rifat, mencintai Allah dan beribadah kepada-Nya serta mementingkan semua ini daripada setiap bisikan nafsu.

    Seorang wali besar yang merasa dirinya begitu dekat dengan Tuhan,
    Ibrahim Al Khowasi, pada suatu hari sedang melakukan safar, sebuah
    perjalanan untuk mendalami makrifat dan hakikat. Ia telah
    menempuh gunung demi gunung, hujan dan panas, sampai akhirnya ia
    kehausan di tengah-tengah suatu padang yang tandus

    Matahari amat terik menyengat sekujur tubuhnya sehingga zat cair di
    dalam jasadnya bagaikan diperas habis.
    Pada waktu dahaganya kian memuncak dan bibirnya sudah pecah-pecah,
    dengan mata yang berkunang-kunang Ibrahim Al Khowasi melihat di atas
    sebuah bukit kecil ada sebatang pohon delima, satu-satunya pohon buah
    di antara semak-semak gurun yang berduri.

    Terseret-seret langkahnya tatkala ia bergegas-gegas menuju ke bukit
    itu. Beruntung dia, di pohon tersebut terdapat sebutir buah delima,
    kecil tetapi kuning ranum kemerah-merahan. Tanpa berpikir panjang
    lagi, Ibrahim Al Khowasi dengan gembira memetik buah itu dan segera
    memecahkannya, lantas memasukkannya ke dalam mulut.

    Ia sudah membayangkan sebelumnya betapa nikmat dan segar rasanya
    apabila di tengah panas seterik itu memakan delima yang matang.
    Ternyata yang dibayangkan tidak seperti yang dialaminya. Buah delima
    itu rasanya hambar dan pahit sampai ia memuntahkannya buru buru,
    karena di mulutnya bahkan terasa getir dan gatal.

    kemudian ia meneruskan perjalanan. Hari telah rembang petang ketika
    ia tiba di sebuah daerah yang subur dan penuh di tumbuhi bunga-
    bungaan yang sedang berkembang serta menyebarkan bau harum.
    Ketika ia akan beristirahat, tiba-tiba terdengar suara tua mengerang
    ngerang kesakitan di balik bunga-bungaan yang rimbun. Ibrahim cepat-
    cepat mendatangi tempat itu dengan maksud hendak memberikan
    pertolongan seandainya diperlukan.
    Di situ ia melihat seorang kakek yang terbaring tanpa daya dengan
    tubuh bengkak-bengkak bekas disengat lebah berbisa. Ibrahim
    berjongkok mau menolong kakek itu, namun si kakek sudah keburu
    bangkit, lantas duduk seraya berkata, " Apa kabar, Ibrahim Al
    Khowasi?"

    Wali besar ini kaget. Ia bertanya, " Siapakah Tuan? Di mana Tuan
    mengenal saya, dan kapan kita pernah berjumpa."

    Kakek tadi menjawab dengan angkuh, "Wahai , Ibrahim, mengapa heran?
    Aku ini orang yang sangat dekat dengan Tuhan. Aku tidak perlu bertemu
    dulu untuk mengenal dirimu dan mengetahui apa tujuan kepergianmu."

    Ibrahim tersinggung. Sombong betul kakek ini. Maka ia menjawab, "
    Hai, orang tua, alangkah angkuhnya sikapmu. Engkau mengaku dekat
    dengan Allah, tetapi badanmu penuh dengan luka luka membengkak akibat
    sengatan lebah berbisa.
    Kalau memang engkau dekat dengan Allah, bukankah seharusnya, tatkala
    lebah-lebah itu hendak menyerang tubuhmu, engkau bisa memohon kepada
    Allah agar melindungimu dari serbuan binatang-binatang kecil itu?"

    Kakek tersebut tersenyum dan menyahut, "Ternyata engkau masih picik,
    Ibrahim. Aku tahu engkau pun menganggap dirimu telah dekat dengan
    Allah.
    Namun mengapa ketika tanganmu terangkat keatas akan memetik buah
    delima yang engkau tidak tahu siapa pemiliknya dan engkau belum minta
    izin kepadanya, engkau tidak memohon agar Allah melindungimu dari
    perbuatan curang seperti itu? Ibrahim, sakitku ini akibat disengat
    lebah hanyalah sakit badan kasar yang akan sembuh kembali, di obati
    ataupun tidak.
    Tetapi penyakitmu yang masih mudah tergiur oleh hawa nafsu adalah
    penyakit dalam, penyakit hati, yang akan terus mengeram dan menyebar
    menjadi benih benih maksiat sepanjang hidupmu apabila engkau tidak
    segera bertaubat.

    Karena itu pulanglah engkau kenegerimu, renungkanlah dosamu,
    obatilah penyakit hatimu sebelum engkau berusaha mengobati orang lain.
    Banyaklah berpuasa, berdzikir, mengingat Allah, di samping beramal
    menyebarkan manfaat dan kebaikan kepada masyarakat sekelilingmu,
    kepada alam sekitarmu tempat engkau dibangkitkan Tuhan untuk menjadi
    orang suci, pelihara amanat Tuhan ini.

    (dikutip dari "30 Kisah Teladan")

    Siapa yang menyadari umur yang pendek jika dibanding dengan kehidupan akherat yang panjang, maka dia akan berani menanggung beratnya perjalanan selama beberapa hari, untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi.

    Trackback URL for "Penyakit Hati"

6 Comments on Penyakit Hati

Hide subcomments

    • ulin (Visitor)
    • http://rinisuryanti.blogspot.com
    • 2007-02-25 @ 08:54:30

    Makasih ceritanya...:)
    Kesabaran, kepasrahan serta kekuatan untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi...:)

  • iyah,sama-sama mba :)

    • awi (Visitor)
    • http://sawiyah.blogspot.com
    • 2007-02-27 @ 04:59:52

    cerita yang sangat bagus, menyadarkan kita untuk selalu bertobat dan berbuat baik. thanks langit

    • izzah (Visitor)
    • 2008-01-24 @ 04:19:43

    assalamu'alaikum........
    syukron jiddan buat critanya.
    kepada smua yang membaca, ana mau tanya:
    Adakah cara menghidupkan kembali hati yang sudah mati??jika antum mengetahuinya, ana harap antum berkenan berbagi dengan ana.syukron.

    • izzah (Visitor)
    • 2008-01-24 @ 04:27:29

    assalamu'alaikum........
    syukron jiddan buat critanya.
    kepada smua yang membaca, ana mau tanya:
    Adakah cara menghidupkan kembali hati yang sudah mati??jika antum mengetahuinya, ana harap antum berkenan berbagi dengan ana.syukron.

Leave a comment

Comment
User
Spam protection
Please enter the above code here:*
The Captcha image
Phonetic spelling (mp3)
Generate new code
Submit

Recent posts

  1. Langit VS Police
    by langitku on Wednesday, 23. April, 2008
  2. Puas?????
    by langitku on Monday, 21. April, 2008
  3. nyebelin!!!
    by langitku on Monday, 3. December, 2007
  4. kangen
    by langitku on Saturday, 24. November, 2007
  5. cepet sembuh nduk...
    by langitku on Wednesday, 24. October, 2007
  6. sedikit untuk mereka
    by langitku on Wednesday, 10. October, 2007
  7. status YM, H-2
    by langitku on Wednesday, 10. October, 2007
  8. modal madul
    by langitku on Friday, 28. September, 2007
  9. kasmaran
    by langitku on Tuesday, 18. September, 2007
  10. sms penyejuk hati
    by langitku on Monday, 10. September, 2007

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.